“Sekarang memang sedang digodok, kira-kira kalaupun ada selisih, ini untuk diapakan. Misalnya, ini kan tahun pertama ditargetkan 40 persen dari 82 juta penerima manfaat, nanti di tahun 2029 kan 82 juta. Tahun pertama itu ditargetkan 40 persen penerima manfaat, apakah ini yang diperbanyak atau apa.”
Dalam dialog tersebut, ia juga menyampaikan bahwa ada tiga hal yang harus ditekankan dan wajib dipenuhi.
Baca Juga: Ini Alasan Presiden Prabowo Tetapkan Anggaran Makanan Bergizi Jadi Rp10 Ribu per Porsi
“Pertama adalah kecukupan gizi. Di sini sudah ditakar kalori kminimal 600 sampai dengan 700, lalu ada karbohidrat, ada juga protein, dan Pak Prabowo juga telah menginstruksikan di sana harus ada iodium dan zat besi.”
Kedua adalah higienitas, dan yang ketiga adalah tata kelola limbah yang berkelanjutan.
Ia menuturkan, awalnya pemerintah menetapkan nominal harga per porsi Makanan Bergizi Gratis tersebut sebesar Rp15 ribu karena Indonesia baru saja bergabung dengan School Meal Coalition, di bawah Unicef, atau sebuah agensi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Di sana memang ditetapkan Rp15 ribu atau 1 USD per hari per anak. Setelah menjalani uji coba selama 10 bulan, kami temukan cara-cara untuk meningkatkan efisiensi.”
“Jadi tidak ada anggaran yang diturunkan, tetap Rp71 triliun seperti yang sudah disepakati oleh kawan-kawan di DPR. Tetapi, setelah kami melakukan serangkaian uji coba, kami menemukan cara-cara efisiensi,” ulangnya menegaskan.
Sebelumnya, Kompas.tv memberitakan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa biaya per porsi program makan bergizi gratis senilai Rp10.000 per porsi.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta pada Jumat (29/11). Prabowo mengatakan bahwa kondisi anggaran dan untuk daerah-daerah masih tercukupi.
“Rata-ratanya kita ingin memberi indeks per anak, per ibu hamil itu Rp10.000 per hari, kurang lebih. Kita ingin Rp15.000 tapi kondisi anggaran mungkin Rp10.000 saja, kita hitung untuk daerah-daerah itu cukup, cukup bermutu dan bergizi,” ujar Prabowo.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.