Kompas TV lifestyle kesehatan

Penting Diketahui, 6 Kebiasaan Sepele yang Dapat Tingkatkan Risiko Depresi

Kompas.tv - 21 Februari 2025, 06:20 WIB
penting-diketahui-6-kebiasaan-sepele-yang-dapat-tingkatkan-risiko-depresi
Ilustrasi. Depresi merupakan gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih mendalam, bahkan kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai. (Sumber: Daniel Reche from Pixabay)
Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Edy A. Putra

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Depresi merupakan gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih mendalam, bahkan kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai. Kondisi ini termasuk masalah kesehatan mental serius yang harus segera ditangani.

 

Siapa sangka, ternyata kebiasaan-kebiasaan sepele dapat meningkatkan risiko depresi. Dilansir laman Health, berikut 6 kebiasaan sepele yang dapat meningkatkan risiko depresi.

6 Kebiasaan Sepele yang Dapat Tingkatkan Risiko Depresi

1. Konsumsi makanan olahan

Kebiasaan sepele yang dapat memicu depresi yang pertama adalah mengonsumsi makanan olahan terlalu sering.

Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 2013 menemukan, seseorang yang banyak mengonsumsi makanan olahan memiliki risiko depresi yang lebih tinggi.

Penelitian lain menemukan, pola makan sehat menurunkan risiko depresi. Namun kedua penelitian tersebut hanya menunjukkan hubungan antara pola makan yang tidak sehat dan suasana hati yang lebih buruk. Penelitian tersebut tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. 

Baca Juga: 8 Makanan yang Dapat Mengurangi Gejala Depresi

2. Malas bergerak atau mager

Malas bergerak atau mager menjadi kebiasaan sepele yang juga dapat memicu depresi. Kebiasaan ini dapat dengan mudah membuat suasana hati tak karuan.

Olahraga ringan atau aktivitas fisik seperti jalan cepat, telah terbukti ampuh melawan depresi. Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan aktivitas dopamin dan serotonin yang membuat Anda merasa nyaman.

3. Menghindari sinar matahari

Terlalu sering menghindari sinar matahari atau tidak mendapatkan sinar matahari sama sekali, dapat memicu depresi. Cahaya matahari memiliki peran penting dalam keseimbangan hormon dan neurotransmitter di otak.

Paparan sinar matahari merangsang produksi serotonin, sehingga ketika seseorang kurang terpapar cahaya matahari, kadar serotonin menurun, yang dapat meningkatkan risiko depresi. 

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : Health

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x