JAKARTA, KOMPAS.TV - Ferdy Sambo dalam nota pembelaannya mengatakan, bahwa dirinya setiap waktu merasa bersalah dan menyesal atas timbulnya korban Yosua dan luka bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Sungguh setiap waktu rasa bersalah dalam diri saya tidak pernah berhenti. Penyesalan mendalam atas timbulnya korban Yosua, atas luka bagi keluarga yang ditinggalkan.”
Baca Juga: Bahas Pemerkosaan Istrinya, Ferdy Sambo: Otak Saya Kusut Membayangkan Cerita Putri
Sebelumnya dalam sidang, Sambo mengatakan bahwa dirinya membuat nota pembelaan berjudul “Setitik Harapan dalam Ruang Sesak Pengadilan.”
Terdakwa Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.