Kompas TV nasional hukum

Terdakwa Sertu Akbar Akui Perintahkan Tembak Bos Rental Mobil

Kompas.tv - 3 Maret 2025, 21:46 WIB
terdakwa-sertu-akbar-akui-perintahkan-tembak-bos-rental-mobil
 Terdakwa dua yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut (AL) atas nama Sersan Satu (Sertu) Akbar Adli dalam sidang kasus penembakan bos rental mobil di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/3/2025). Sertu) Akbar Adli mengakui memerintahkan terdakwa satu, Kelasi Kepala Bambang Apri Atmojo untuk menembak bos rental mobil Ilyas Abdurrahman. (Sumber: Tangkap Layar Kompas TV.)
Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Vyara Lestari

JAKARTA, KOMPAS.TV - Terdakwa dua yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut (AL) atas nama Sersan Satu (Sertu) Akbar Adli mengakui memerintahkan terdakwa satu, Kelasi Kepala (KLK) Bambang Apri Atmojo untuk menembak bos rental mobil Ilyas Abdurrahman.

Pengakuan tersebut disampaikan Akbar dalam sidang lanjutan kasus penembakan bos rental mobil, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/3/2025).

Awalnya, Oditur Militer dari Oditurat Militer II-07 Jakarta Mayor Chk Gori Rambe bertanya kepada Akbar terkait alasannya memberikan atau menyerahkan senjata ke Bambang.

Baca Juga: Tangis Terdakwa Penembakan Bos Rental Mobil, Mengaku Menyesal hingga Sebut Tak Ada Niatan Membunuh

Akbar mengaku sempat menyerahkan senjatanya kepada Bambang. Ia mengaku hal itu dilakukan secara spontan.

Pasalnya, sebelum tiba di Rest Area KM 45, para terdakwa terlibat bentrok dengan rombongan korban di Saketi, Pandeglang, Banten.

Bentrok tersebut terjadi karena korban hendak mengambil mobil Brio yang dikendarai para terdakwa. Seperti diketahui, kendaraan tersebut merupakan mobil rental milik korban.

"Tadi waktu di KM 45, pada waktu terdakwa menyerahkan senjata, 'tunt ini senjata sudah terisi dan terkunci', apa lagi," tanya Oditur Militer dari Oditurat Militer II-07 Jakarta Mayor Chk Gori Rambe ke Akbar.

"'Tut senjata sudah terkunci, ini kuncinya ada di atas letakkan di' kami menunjuk ke kursi dan kami berbalik badan, sambil jalan kami bicara 'tut udah kalau ada apa-apa, tembak saja'," jawab Akbar.

"Kenapa terdakwa bisa memutuskan bisa ada apa-apa?" tanya Oditur Gori lagi.

"Karena spontanitas mengingat kejadian kami di Suketi, takut, terdakwa satu sendirian di situ," ucap Akbar.

Baca Juga: Terdakwa Penembakan Bos Rental Mobil Mengaku Cari Mobil Oper Kredit Tanpa Melalui Leasing

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : Kompas TV

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x