Informasi lebih detail dapat dilihat pada akun resmi media sosial MRT Jakarta, yaitu @mymrtjktinfo atau melalui aplikasi MyMRTJ.
Salah satu inovasi layanan MRT Jakarta dalam menyambut libur Lebaran, adalah mesin penjualan tiket MyMRT Lite versi mobile.
“Cara kerjanya seperti mesin penjualan tiket MyMRTJ Lite versi self-service yang ada di Stasiun Bundaran HI, namun ini versi mobile yang dibawa oleh petugas stasiun. Petugas dapat proaktif menawarkan kepada pelanggan untuk membeli tiket dari mesin tersebut," terang Ahmad.
Baca Juga: Masker, Tarif LRT dan MRT, hingga Vape Jadi Acuan BPS Menghitung Inflasi Mulai 2024
Selanjutnya, petugas akan membantu pelanggan memilih stasiun tujuannya, lalu pelanggan tinggal membayar dengan memindai kode QR sesuai nominal biaya perjalanan.
Lalu tiket kode QR untuk dipindai di gerbang penumpang (passenger gate) akan tercetak otomatis atau terkirim ke posel (e-mail) pelanggan.
Untuk menggunakan layanan MRT Jakarta, pelanggan dapat menggunakan sejumlah metode pembayaran seperti kartu uang elektronik.
Seperti e-money Mandiri, flazz BCA, BRIzzi BRI, TapCash BNI, JakCard Bank DKI, Kartu JakLingko, dan kartu KMT).
Baca Juga: Cara Kirim dan Terima Uang via QRIS Transfer di Aplikasi myBCA
Bisa juga dengan aplikasi MyMRTJ (iSaku, AstraPay, blu BCA, dan kartu kredit mastercard), mesin penjualan tiket QR MyMRTJ Lite (QRIS, kartu debit, dan kartu kredit), mesin vending machine kartu jelajah MRT (tunai), dan loket di stasiun menggunakan tunai, QRIS, kartu debit, dan kartu kredit.
Terkait angka keterangkutan saat libur lebaran, pada 2023 lalu, angka keterangkutan pada H-10 dan H+10 mencapai 1.506.926 orang dengan total pengguna MRT Jakarta pada hari pertama lebaran mencapai 28.230 orang dan hari kedua mencapai 44.264 orang.
Sumber :
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.