Kompas TV regional kalimantan

Kelompok Tani di Kubu Raya Kalbar Kembangkan Varietas Padi Cibatu di Lahan Kerap Banjir

Kompas.tv - 26 Februari 2025, 12:44 WIB
Penulis : Shinta Milenia

KUBU RAYA, KOMPAS.TV - Kelompok tani di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mencoba mengembangkan varietas padi Cibatu di lahan yang kerap terendam banjir.

Karena memiliki batang yang kokoh dan mudah dalam perawatan, hasil panen yang diperoleh tidak kalah dengan padi jenis unggul lainnya.

Meski memiliki lahan terbatas, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, menjadi salah satu tempat pembenihan padi unggul di Kalimantan Barat.

Karena kondisi lahan pertanian yang kerap terendam banjir, Kelompok Tani Dewi Sri bekerja sama dengan Pemerintah Desa Parit Baru mengembangkan padi yang kuat dan mudah dalam perawatan, yakni varietas padi Cibatu.

Ketua Kelompok Tani Dewi Sri, Andi, mengatakan bahwa penanaman padi varietas Cibatu merupakan inovasi yang ingin dibuktikan efektivitasnya, karena belum masuk dalam katalog pemerintah provinsi Kalimantan Barat.

Dari penanaman yang dilakukan, padi ini berusia tanam 105 hari, cocok ditanam di lokasi dengan kondisi lahan yang kerap terendam banjir, dan hasil panennya tidak kalah dengan hasil panen padi jenis unggul lainnya.

Kepala Desa Parit Baru, Musa, mengatakan bahwa Desa Parit Baru memiliki lahan pertanian seluas 245 hektar, dengan total 15 kelompok tani.

Pemerintah desa selalu mendukung pertanian dengan anggaran studi tahun ini sebesar 400 juta rupiah, agar hasil panen maksimal, meski di lahan terbatas.

Tahun ini, Pemerintah Desa Parit Baru tidak hanya akan mensubsidi proses penanaman, namun juga sudah menjalin kerja sama dengan petani melalui BUMDes Desa, agar hasil panen bisa dipasarkan, sehingga memberikan keuntungan bagi petani dan desa.

Baca Juga: Menikmati Kuliner dengan Pemandangan Kota di Wisata 'Tree House' di Kota Bandung

#padi #pertanian #petani #pontianak 

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : Kompas TV

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x