Saat pembayaran Januri menyerahkan dua kantong yang berisi uang receh mulai dari pecahan Rp2.000 sampai uang koin Rp500.
Butuh waktu 2 jam untuk empat orang karyawan toko emas menghitung uang receh Januri yang totalnya sebesar Rp9.400.000.
Baca Juga: Pria di Georgia Amerika Serikat Ini Terima Gaji Terakhir Dalam Bentuk Uang Receh
Dengan uang tersebut Januri membeli kalung emas 10 gram dan 2 buah gelang emas seberat 18 gram.
Pemilik Toko Emas Rama Hengky Wibowo mengatakan saat membeli emas, Januri tidak membawa kartu identitas.
Menurut Hengky pembeli hanya mengatakan nama dan desa tempat tinggal, asal uang tersebut serta mengaku keseharian hanya mengemis. Namun Hengky tidak pernah melihat Januri di area pasar.
Januri, sambung Hengky, datang Rabu (30/6/2021) sekitar jam 8.00 WIB dan ingin membeli perhiasan. Pihaknya pun tetap melayani tanpa membedakan pembeli.
Baca Juga: Kakek Makmur Ditemukan Meninggal, Pengemis yang Pernah Viral karena jadi Korban Penjambretan
“Entah dia bawa uang cash, pakai kartu atau uang logam tetap kita layani dengan baik. Dia beli perhiasan pembayarannya pakai uang receh. Rata-rata uang logam, paling besar pecahan Rp2.000. Pengakuannya dikumpulkan selama 2 tahun,” ujar Hengky.
Usai membeli pemilik toko menawarkan Januri agar ditemani karyawannya untuk mengantar pulang, namun ditolak.
“Kita sendiri tidak tahu dia mengemis di mana. Hanya menjelaskan namanya Januri dan dia warga Desa Baros,” ujar Hengky.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.