JAKARTA, KOMPAS.TV - Wilayah Jawa Tengah (Jateng) diprediksi akan masuk musim kemarau mulai April hingga Mei 2025.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, saat ini Jateng tengah memasuki pancaroba.
Pancaroba adalah masa peralihan antara musim hujan dan kemarau. Selama periode ini, cuaca dapat berubah dengan cepat.
Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada potensi cuaca ekstrem, seperti puting beliung, angin kencang, hingga hujan lebat.
"Wilayah Jawa Tengah baru saja melewati puncak musim hujan, waspadai objek-objek wisata daerah perbukitan atau permainan air," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, di Semarang, Minggu (23/3/2025) dikutip dari Antara.
Baca Juga: Gubernur Jakarta Pramono Buka Puasa Bersama 1.500 Anak Yatim di Masjid Cengkareng
Menurut dia, objek wisata perbukitan yang sudah menyimpan banyak air masih dimungkinkan bertambah akibat cuaca ekstrem di musim pancaroba ini.
Lokasi wisata permainan air atau sungai, kata dia, juga harus tetap diwaspadai saat musim lebaran yang bertepatan dengan masa peralihan musim tersebut.
Sebelumnya, BMKG mengatakan sebanyak 403 ZOM (57,7%) di Indonesia diprediksikan masuk musim kemarau pada periode April hingga Juni 2025.
Nusa Tenggara merupakan wilayah yang diprediksikan mengalami kemarau lebih awal dibanding wilayah lainnya.
Musim Kemarau 2025 di Indonesia diprediksikan mulai sama hingga lebih lambat dari normalnya, mencakup 409 ZOM (59%) yang tersebar di Indonesia.
Akumulasi curah hujan musim kemarau di sebagian besar ZOM diprediksikan pada kategori Normal atau sama dengan biasanya (tidak lebih basah atau tidak lebih kering).
Baca Juga: Jakarta Hari Ini 24 Maret: Hujan Ringan Hanya di Sebagian Wilayah, Sisanya Berawan Sepanjang Hari
Puncak musim kemarau 2025 diprediksi terjadi pada Agustus di sebagian besar ZOM di Indonesia.
Puncak Musim Kemarau 2025 diprediksi akan Sama hingga Maju atau datang lebih awal dari biasanya yang mendominasi hampir keseluruhan wilayah Indonesia.
Durasi musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia beragam dari yang singkat yaitu selama 6 dasarian/2 bulan pada sebagian Sumatra dan Kalimantan hingga yang lebih panjang lebih dari 24 dasarian di sebagian Sulawesi.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Antara
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.