Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa "gerbang neraka" akan terbuka bagi Gaza jika Hamas tidak segera membebaskan semua sandera yang masih ditahan.
Katz juga menegaskan bahwa Israel akan melancarkan kekuatan yang "belum pernah diketahui Hamas sebelumnya."
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ia telah memerintahkan militer untuk mengambil "langkah tegas" terhadap Hamas.
Baca Juga: Hamas Ternyata Masih Gali Terowongan, Jaringan Terowongan Bawah Tanah Gaza Masih Berkembang
"Israel akan bertindak dengan kekuatan militer yang semakin besar terhadap Hamas mulai sekarang," ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan resmi.
Di sisi lain, Hamas menuduh Israel telah secara sepihak mengakhiri gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari lalu.
Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa serangan Israel menunjukkan mereka tidak menginginkan perdamaian dan lebih memilih melanjutkan agresi.
Serangan yang terjadi di berbagai wilayah Gaza ini menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Laporan medis setempat menyebutkan bahwa sedikitnya 100 orang tewas, termasuk banyak anak-anak.
Media Israel juga melaporkan bahwa serangan udara kali ini menargetkan sejumlah tokoh senior dalam kelompok bersenjata Palestina.
Baca Juga: Israel Serang Permukiman di Gaza, 9 Tewas Termasuk 3 Orang Jurnalis dan Paramedis
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Al Jazeera/Associated Press
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.