JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI Prabowo Subianto dinilai sebagai salah satu pemimpin pemerintahan dengan kiprah yang patut dinantikan pada 2025. Prabowo masuk dalam daftar 10 pemimpin dunia yang patut disorot versi media Singapura, The Straits Times.
Para pemimpin tersebut dinilai dapat berpengaruh signifikan di kawasan atau dalam percaturan geopolitik. Selain Prabowo, daftar pemimpin yang masuk daftar tersebut mencakup Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, hingga PM Israel Benjamin Netanyahu.
Redaksi The Straits Times beranggapan Prabowo dapat mengubah peran Indonesia di tingkat regional. Bahkan, Ketua Umum Partai Gerindra itu disebut sebagai "presiden kebijakan luar negeri pertama" Indonesia.
"Kurang dari sebulan setelah dilantik, Prabowo menempuh perjalanan diplomatik berkeliling dunia--mengunjungi China dan AS pada pekan yang sama, dan menghadiri konferensi multilateral besar seperti Apec--menunjukkan keinginannya menempatkan Indonesia di jantung diplomasi internasional," tulis Straits Times, Sabtu (1/4/2024).
Baca Juga: Presidential Threshold Dihapus: Anies, Ganjar dan Pramono Berpotensi Lawan Prabowo di Pilpres 2029
Media Singapura tersebut menduga Prabowo melakukan itu lebih karena motif ekonomi, ketimbang geopolitik atau pribadi.
Mereka menyoroti target ambisius Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, naik dari 5 persen.
The Straits Times memprediksi langkah Prabowo dalam menjaga keseimbangan antara target ambisius di arena global dan mengelola kritik di dalam negeri atas keputusan-keputusan internasionalnya, akan menjadi sorotan.
Prabowo disebut menunjukkan kebijakan luar negeri yang segar bagi Indonesia. Kendati demikian, sejumlah kebijakannya seperti meningkatkan hubungan dengan China dan Rusia dinilai memicu debat apakah itu menjadi langkah tepat untuk kepentingan strategis Indonesia.
"Pengumuman kemitraan Indonesia di BRICS dalam waktu beberapa hari sejak dia dilantik, ditambah dengan deklarasi bahwa negara terpadat di Asia Tenggara itu siap menjadi anggota penuh (BRICS), menunjukkan Prabowo tidak takut memisahkan diri dari posisi yang diambil pemerintahan Joko Widodo," tulis Straits Times.
Selain itu, Prabowo dinilai bakal menjadi aktor politik penting di ASEAN bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim. Apabila keduanya bersekutu, Indonesia dan Malaysia disebut dapat memfasilitasi investasi lintas-perbatasan, konektivitas rantai pasok, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Anwar disebut telah bergerak jelang menerima keketuaan ASEAN pada 2025, termasuk mempersiapkan finalisasi inisiatif ASEAN-China Free Trade Area dan Digital Economy Framework Agreement.
Baca Juga: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Diserbu Militer Israel dan Paksa Evakuasi, IDF Membantah
Sumber : The Straits Times
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.