WASHINGTON, KOMPAS.TV - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth membantah kabar rencana perang AS di Yaman bocor gara-gara seorang jurnalis tak sengaja dimasukkan ke grup aplikasi perpesanan Signal.
Hegseth menepis laporan pemimpin redaksi The Atlantic, Jeffrey Goldberg yang mengaku dimasukkan grup bersama pejabat-pejabat senior AS.
Grup itu dilaporkan berisi diskusi mengenai operasi serangan udara ke Yaman.
"Tidak yang mengirim pesan tentang rencana perang, demikian yang bisa saya sampaikan," kata Hegseth saat mengunjungi Hawaii, Senin (23/3/2025).
Baca Juga: Houthi Serang Kapal Induk USS Harry Truman Dua Kali, Pengeboman AS di Yaman Makan Korban Anak
Hegseth pun mengutuk jurnalis The Atlantic yang membocorkan rencana perang tersebut.
Hegseth menyebut Jeffrey Goldberg sebagai "pendusta dan jurnalis-jurnalisan yang sangat meragukan dan kerjanya menjajakan hoaks berkali-kali."
"Dia itu orang yang jualannya sampah," kata Hegseth dikutip Anadolu.
Dalam laporannya, Goldberg menyebut grup perang AS berisi sejumlah pejabat tinggi rezim Donald Trump, di antaranya Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Hegseth, dan Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard.
Goldberg menyebut rencana yang dibahas dalam grup tersebut benar-benar terjadi di Yaman.
Pemimpin redaksi The Atlantic itu pun menuduh Hegseth "bohong" dengan mengatakan rencana perang tidak bocor.
"Dia mengirim pesan tentang rencana perang. Dia mengirim pesan tentang rencana serangan," kata Goldberg.
Kubu Partai Demokrat mendesak pemerintah menyelidiki kebocoran rencana perang tersebut.
Pemimpin Minoritas Senat AS dari Demokrat Chuck Schumer menilai berita itu kebocoran pertahanan nasional AS yang serius.
Presiden AS Donald Trump mengaku tidak tahu mengenai rencana perangnya yang dibocorkan The Atlantic.
"Saya tidak tahu apa pun mengenai itu. Anda yang pertama kali memberi tahu saya. Saya tidak suka The Atlantic," kata Trump saat ditanya wartawan.
Baca Juga: Rencana Perang AS Serang Houthi Bocor gara-gara Jurnalis Tak Sengaja Diajak Gabung Grup Chat Rahasia
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.