KEPULAUAN MENTAWAI, KOMPAS.TV – Jelang penghujung Ramadan 1446 H/2025 ini, Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat (LDK PP) Muhammadiyah merealisasikan program Mualaf Berdaya secara nyata di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
“Program Mualaf Berdaya yang terwujud dalam pemberdayaan sektor ekonomi sangat potensial, sehingga menunjang aktivitas dakwah dan menambah kebutuhan hidup para mualaf,” ujar Koordinator Program Mualaf Berdaya, Kamarul Zaman melalui keterangan tertulisnya, Senin (24/3/2025).
Kamarul menjelaskan, program tersebut membuktikan kehadiran persyarikatan tidak hanya untuk mendukung syiar Islam pada kalangan mualaf, melainkan juga ikut membangkitkan perekonomian mereka.
Menurutnya, sejumlah mualaf di berbagai daerah di Indonesia membuka usaha bisnis industri rumahan (home industry) berupa produksi aneka makanan ringan (snack).
Di Kepulauan Mentawai yang diproduksi adalah kripik pisang, kripik talas, kripik singkong, dan kripik sukun yang dibungkus dengan merek KripikMu.
Baca Juga: LDK PP Muhammadiyah dan LAZISMU Berbagi Kado Ramadan di Pulau Terluar Paling Selatan Indonesia
Ia mengatakan, selain KripikMu, para mualaf juga diberdayakan melalui usaha pengolahan ikan asin. Di antara ikan yang diolah itu adalah ikan asin, ikan asap, lele asap, dan lele segar.
“Dengan adanya usaha ini, para mualaf menjadi lebih aktif dan secara otomatis semangat kebersamaan di antara mereka semakin tumbuh,” kata Kamarul.
Ia menuturkan, aneka produk cemilan makanan itu dipasarkan ke masyarakat setempat dan beberapa daerah di sekitarnya.
KripikMu dan pengolahan ikan asin menjadi produk unggulan di Mentawai, bahkan tak jarang menjadi buah tangan khas Kepulauan Mentawai yang direkomendasikan oleh pemerintah daerah setempat.
Sekretaris LDK PP Muhammadiyah, Dr. Suhardin, M.Pd. menegaskan, pembinaan mualaf membutuhkan strategi kreatif yang mencakup dua aspek utama, yaitu ekonomi dan pendidikan.
Oleh karena itu, LDK Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia menghadirkan Mualaf Learning Center sebagai wadah untuk mengembangkan potensi para mualaf agar lebih mandiri.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.