> >

Kudeta Myanmar: Susul Pemblokiran Facebok, Militer Kini Blokir Twitter dan Instagram

Kompas dunia | 6 Februari 2021, 02:21 WIB
Seorang pendukung menunjukkan salut tiga jari, simbol protes dan perlawanan atas kudeta militer di Myanmar. Empat aktivis yang ditangkap hadir di pengadilan di Mandalay, Myanmar, Jumat, 5 Februari 2021. Ratusan siswa dan guru turun ke jalan-jalan Myanmar menuntut militer menghormati hasil pemilu, membebaskan seluruh pemimpin politik yang ditahan 1 Februari. (Sumber: AP Photo)

NAPYIDAW, KOMPAS.TV -  Junta militer Myanmar memerintahkan seluruh penyedia jasa telekomunikasi untuk memblokir Twitter dan Instagram, menyusul pemblokiran Facebook hari Kamis (04/02/2021).

Operator seluler dan penyedia layanan internet di Myanmar menerima arahan pemerintah pada hari Jumat (05/02/2021) untuk memblokir akses ke Twitter dan Instagram di negara itu sampai "pemberitahuan lebih lanjut", kata Telenor telekomunikasi Norwegia dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters, Sabtu, (06/02/2021)

Pengumuman itu datang sehari setelah pihak berwenang memerintahkan penyedia internet untuk memblokir Facebook.

Baca Juga: Indonesia dan Malaysia Desak Negara-Negara ASEAN Bicarakan Kudeta Myanmar

Pelarangan itu langsung membuat sambungan ke Twitter menjadi terganggu sejak Jum'at (05/02/2021)

Seperti dilansir dari Straits Times Singapura hari Sabtu, (06/02/2021), hal ini berawal dari berbagai protes yang dilancarkan rakyat Myanmar melalui Facebook dan mendapat tanggapan dunia. Alhasil, junta militer memerintahkan seluruh penyedia jasa telekomunikasi dan internet untuk memblokir Facebook dengan alasan menjaga stabilitas negara. 

Tidak kalah akal, masyarakat Myanmar langsung beralih ke Twitter sehingga terjadi lonjakan pengguna Twitter di Myanmar. Merespon hal tersebutlah junta militer memerintahkan pelarangan sekaligus Twitter dan Instagram disana.

Banyak pengguna Twitter dari Myanmar mengusung hastag pro-demokrasi untuk mengkritik kudeta militer, dan menyerukan protes damai hingga hasil pemilu bulan November tahun lalu dihormati. Pemilu bulan November dimenangkan telak oleh partai Liga Nasional Untuk Demokrasi, 

Hashtags #RespectOurVotes, #HearTheVoiceofMyanmar, dan #SaveMyanmar punya ratusan ribu percakapan di hari Jum'at, menurut BrandMentions. 

Militer Myanmar mengambilalih negara hari Senin dalam sebuah kudeta militer atas pemerintahan Suu Kyi yang terpilih secara demokratis atas alasan kecurangan pemilu.

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU