> >

Agen Asuransi Lagi Pusing Nih, Mau Dipajakin Dobel Sama Sri Mulyani

Ekonomi dan bisnis | 13 Oktober 2021, 09:56 WIB
Ilustrasi agen asuransi dan nasabah. Pemerintah akan memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari komisi agen asuransi. Namun para agen berharap, besaran PPN yang akan ditetapkan maksimal 1 persen. (Sumber: KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Pemerintah berencana memungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas komisi yang diterima oleh agen asuransi.

Aturan itu tertuang dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang baru saja disahkan.

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) pun berharap tarif PPN itu tidak lebih dari 1 persen.

Founder PAAI Wong Sandy Surya menyatakan, selama ini agen asuransi sudah membayar pajak penghasilan (PPh).

Hal itu disampaikan Sandy pada konferensi pers virtual HUT PAAI ke-5, Kamis (7/10/2021).

"Informasinya kebijakan PPN agen asuransi di Oktober ini akan di-launching, tetapi akan diselaraskan terlebih dahulu dengan undang-undang perpajakan yang baru. Kami berharap pengenaan PPN tidak lebih dari 1 persen," kata Sandy dikutip Rabu (13/10).

Baca Juga: Simak Tips Membeli Produk Asuransi Dari OJK, Biar Tidak Kecewa di Belakang

PAAI juga sudah mengirim surat resmi kepada Dirjen Pajak, agar dibebaskan dari PPN.

Karena kalau agen asuransi harus membayar PPh dan PPN, mereka jadi terkena pajak dobel.

"Kami agen telah membayar full PPh 30 persen, seharusnya PPN tidak dikenakan lagi karena polis itu tidak ada pajaknya. Tetapi kami mengalah dan usulkan PPN 1 persen," ujar Sandy.

Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada

Sumber :


TERBARU