POSO, KOMPAS.TV - Kericuhan terjadi di ruang sidang DPRD Kabupaten Poso saat membahas masalah kenaikan sewa pertokoan Kota Poso. Salah satu anggota Dewan tidak terima disebut bodoh dalam menangani masalah yang dihadapi pelaku usaha.
Suasana mulai memanas saat Korlap Aksi Muhaimin Hadi Yunus melontarkan kata-kata bodoh kepada anggota DPRD Poso yang menerima aksi pelaku usaha terkait kenaikan sewa pertokoan Kota Poso. Seorang anggota Dewan tiba-tiba menggebrak meja lalu berjalan ke arah pelaku usaha.
Secara spontan, sejumlah anggota Polisi dan anggota dewan lainnya mencegah dan meredakan situasi.
Dalam aksinya, pelaku usaha mempertanyakan dasar hukum kenaikan sewa pertokoan dari 15 juta menjadi 35 juta Rupiah per tahun. Sedangkan sewa 15 juta Rupiah sesuai peraturan daerah nomor 8 tahun 2023 belum direvisi.
Pedagang juga mempertanyakan sejumlah dokumen yang dijadikan dasar kenaikan tarif sewa seperti surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi, BPK Perwakilan Sulawesi Tengah dan lainnya yang dinilai tidak transparan.
Aksi kemudian dilanjutkan ke kantor Bupati Poso, namun pintu gerbang kantor Bupati digembok dan terkunci. Hanya ada sejumlah Anggota Polisi Pamongpraja yang berjaga di halaman kantor Bupati Poso.
#SewaPertokoanPoso #DPRDPoso #BupatiPoso
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.