BOYOLALI, KOMPAS.TV - Sudah hampir satu bulan harga cabai rawit merah bertahan mahal di angka Rp 100.000 lebih per kilogramnya, mahalnya harga cabai berdampak pada pengusaha kuliner.
Sejumlah pengusaha kuliner di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengaku sejak melonjaknya harga cabai rawit merah, ia tidak bisa menaikkan harga jual atau mengurangi porsi. Bahkan, omzet mereka turun hingga 30 persen.
“(Harga cabai mahal) Dampaknya sangat besar sekali ya mas, jadi pengeluaranya pun semakin menambah. Pengeluaranya pun dicabai, yang seharunya pengeluaran bisa digunakan untuk barang yang lain, ini hanya dicabai,” ujar Andin Novita, penjual seblak.
“(Cabai mahal) Dampaknya omsetnya turun 30-an persen, 30 persen itu pasti. (Harga) tidak saya naikan, kalo saya naikan pelanggan saya gimana? Kasihan, gak tega,” kata Sudarmi, penjual bakso.
Para pelaku usaha kuliner kini hanya bisa berharap kepada pemerintah, agar segera menstabilkan harga cabai rawit di pasaran, supaya para pelaku usaha kuliner, utamanya yang menggunakan bahan dasar cabai rawit tidak terus merugi.
#cabai #boyolali #kuliner
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.