JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo mengusulkan retret kepala daerah gelombang kedua digelar di auditorium Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung program efisiensi anggaran.
Menurut Agus, retret bisa dilakukan dalam skala yang lebih kecil dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di Kemendagri.
"Kan punya aula besar, orangnya juga pasti tidak banyak. Jadi, buat apa jauh-jauh ke Magelang? Mau piknik, kan?" katanya dalam program Kompas Petang di Kompas TV, Rabu (2/4/2025).
Dia menilai kegiatan tersebut memang bertujuan untuk menjelaskan program untuk lima tahun ke depan dan rencana strategis bagi kepala daerah.
Namun, menurutnya, pelaksanaan program tetap bergantung pada ketersediaan anggaran di daerah masing-masing.
Baca Juga: Wamendagri soal Retret Kepala Daerah Kedua: Secepatnya, Setelah Lebaran
"Ya bisa jadi begitu. Sekali lagi, retret ini kan menjelaskan program lima tahun, rencana-rencana strategis, tapi pada akhirnya menjalankannya bagaimana? Kan harus ada anggaran. Nah, ini yang menurut saya perlu dicek, apakah yang dibahas dalam retret itu sudah bisa berjalan dengan baik? Tapi saya yakin belum," kata Agus.
Selain itu, kata dia, pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan memang penting, terutama bagi kepala daerah baru. Namun, ia mempertanyakan efektivitas penyelenggaraan retret jika hanya dihadiri mereka yang tidak sempat hadir dalam gelombang pertama.
"Kalau memang seperti yang disebutkan oleh Wamendagri tadi bahwa retret kedua ini hanya untuk mereka yang tidak hadir sebelumnya, apakah memang harus menyelenggarakannya dalam bentuk retret lagi? Karena kita tahu biayanya pasti tidak sedikit," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyebut retret kepala daerah akan dilaksanakan setelah Lebaran.
Retret kedua diperuntukkan bagi kepala daerah yang belum sempat ikut karena masih bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Hal tersebut disampaikan Bima di acara open house Ketua MPR Ahmad Muzani di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
“Oh ya ini segera. Begitu masuk ini harus secepatnya karena memang setelah Lebaran,” ujarnya.
Menurut Bima, pelaksanaan retret kepala daerah tidak sebanyak angkatan pertama dan untuk lokasi bisa dilakukan di Magelang atau tempat lain.
Baca Juga: Alasan Tito Gelar Retret di Tengah Efisiensi: Untuk Amankan APBD Rp1300 T, Itu Tugas Kemendagri
“Lokasinya bisa di Magelang atau bisa di tempat lain. Ada opsi tempat-tempat lain. Tapi tentunya karena pesertanya tidak sebanyak angkatan pertama,” ujarnya.
Dia berharap pembekalan yang diberikan bisa menyamakan frekuensi para kepala daerah dengan program prioritas pemerintah.
“Maka, konsepnya pun menyesuaikan. Tapi kita ingin tetap pembekalan itu sesegera mungkin. Karena perlu teman-teman yang belum dapat pembekalan ini juga menyamakan frekuensi tentang program-program prioritas pemerintah,” jelas Bima.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV, Kompas.com
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.