JAKARTA, KOMPAS.TV - Dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Airlangga, dr. Risky Dwi Rahayu, Sp.KO, memberikan saran kepada ibu hamil yang ingin berolahraga selama bulan puasa.
Ia menyarankan agar para ibu hamil melakukan skrining kehamilan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk beraktivitas fisik.
"Ibu hamil memang bisa berolahraga, tapi sebenarnya harus melalui skrining dulu karena ada beberapa kontra indikasi untuk melakukan latihan fisik. Pada ibu hamil yang ditemui kadang ternyata kehamilannya berisiko," ujar Risky, mengutip Antara, Jumat (7/3/2025).
Baca Juga: Buah Apa Saja yang Sehat Dikonsumsi saat Buka Puasa? Simak Penjelasannya di Sini
Menurut Risky, skrining kehamilan sangat penting dilakukan bersama dokter untuk mengetahui potensi risiko sejak dini, sehingga dapat menghindari bahaya bagi ibu hamil dan janin saat melakukan aktivitas fisik.
Apabila tidak ditemukan hambatan atau kontra indikasi, ibu hamil bisa melanjutkan olahraga dengan intensitas yang dijaga agar tetap aman.
Namun, bagi ibu hamil yang belum pernah berolahraga sebelumnya, Risky menyarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu untuk mendapatkan rekomendasi olahraga yang sesuai.
"Jika sudah biasa latihan juga sebelum hamil dan juga sebelum Ramadan, menurut saya itu bisa dilanjutkan dengan intensitas yang mungkin dijaga tetap sama atau bisa diturunkan," tambahnya.
Risky juga menilai bahwa tidak ada perbedaan rekomendasi olahraga bagi ibu hamil dibandingkan dengan wanita lainnya pada umumnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi kehamilan dapat membuat ibu lebih mudah merasa lelah dan lemas, yang dapat diperburuk dengan puasa.
"Jadi kalau menurut saya dalam hal waktu melakukan latihannya, itu tetap memilih yang sudah sebelumnya. Menurut saya, setelah buka puasa lebih baik untuk waktunya. Kalau untuk jenisnya, menurut saya harus disesuaikan dengan apa yang sudah biasa dilakukan sebelum Ramadan," jelasnya.
Baca Juga: 6 Tips Sehat dan Aman Berpuasa bagi Penderita Diabetes
Dokter Risky menekankan pentingnya untuk menjaga intensitas olahraga agar tidak membebani tubuh, terutama selama berpuasa.
Ia juga mengingatkan agar keluarga memastikan keamanan ibu hamil selama berolahraga, terutama saat menjalankan ibadah puasa.
Dengan melakukan skrining dan berkonsultasi dengan dokter, diharapkan ibu hamil bisa menjaga kesehatan dirinya dan janin, sambil tetap bisa berolahraga dengan aman selama bulan puasa.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.