Kompas TV internasional kompas dunia

Kebakaran di Korsel Meluas hingga Tewaskan 24 Orang, Pilot Pemadam Gugur dalam Tugas

Kompas.tv - 27 Maret 2025, 00:32 WIB
kebakaran-di-korsel-meluas-hingga-tewaskan-24-orang-pilot-pemadam-gugur-dalam-tugas
Petugas meninjau lokasi bangkai helikopter pemadam yang jatuh saat bertugas memadamkan api di daerah perbukitan Uiseong, Korea Selatan, Rabu (26/3/2025). (Sumber: Son Hyung-joo/Yonhap via AP)
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Deni Muliya

SEOUL, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Korea Selatan terus meluas pada Rabu (26/3/2025) dan menewaskan setidaknya 24 orang.

Pihak berwenang mengingatkan fenomena angin kencang membuat kebakaran berpotensi meluas.

Karhutla bermula di daerah Uiseong lima hari lalu dan menyebar ke daerah tetangga seperti Andong, Cheongsong, Yeongyang, dan Yengdeok.

Otoritas terkait telah mengerahkan 5.000 personel dan sekitar 560 perlengkapan untuk memadamkan api.

Menurut data Pusat Penanggulangan Bencana dan Keamanan Korea Selatan, per Rabu (26/3), 20 dari 24 korban tewas beara di Uiseong.

Karhutla pun telah menghanguskan setidaknya 17.000 hektare lahan dan 209 bangunan rumah serta pabrik.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Landa Korea Selatan, 18 Tewas dan 27.000 Mengungsi

Kantor berita Yonhap melaporkan, kebakaran juga menghancurkan Kuil Goun, kuil kuno di Uiseong yang dibangun pada 681 Masehi.

Warisan budaya dalam kuil dilaporkan telah dievakuasi sebelum kebakaran melanda.

Plt. Presiden Korea Selatan Han Duck-soo menyatakan kebakaran ini sebagai "kebakaran hutan terburuk" di negara itu.

Han Duck-soo meminta jajarannya melakukan segala cara untuk mencegah penyebaran karhutla.

"Kerusakan semakin meluas. Ada kekhawatiran bahwa kerusakan akibat kebakaran hutan lebih besar dari yang pernah ada. Jadi kami harus mengonsentrasikan kapabilitas untuk memadamkan kebakaran pekan ini," kata Han Duck-soo dikutip Associated Press.

Karhutla Korea Selatan telah memakan korban petugas pemadam kebakaran. Seorang pilot helikopter pemadam gugur dalam tugas usai jatuh di daerah Useong.

Otoritas terkait mengingatkan karhutla berpotensi meluas ke arah timur, tempat salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir utama di Korea Selatan.

Seorang pejabat Kementerian Kehutanan Korea Selatan mengingatkan, arah api bisa berubah karena faktor-faktor yang sulit diprediksi, seperti arah angin yang tiba-tiba berubah.

Pejabat itu mengatakan, angin dengan arah ke selatan dan barat laut terpantu di Uiseong pada Selasa (25/3) dan Rabu (26/3).

Baca Juga: Usaha Pemadaman Kebakaran Belasan Rumah Semi Permanen di Grogol Petamburan

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : Kompas TV

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x