BEIJING, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menegaskan, pihaknya menolak rencana Amerika Serikat (AS) menguasai Jalur Gaza dan mengusir penduduk Palestina.
Wang Yi menyatakan pemerintahan Xi Jinping mendukung rencana negara-negara Arab untuk rekonstruksi Gaza.
Wang Yi menyatakan sikap China bahwa Gaza bagian tak terpisahkan dari masyarakat Palestina.
Menurutnya, upaya mengubah status Gaza hanya akan berujung "kekacauan baru."
"China mendukung rencana mengembalikan perdamaian di Gaza yang diinisiasi Mesir dan negara-negara Arab lain. Gaza adalah milik rakyat Palestina dan bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina," kata Wang Yi dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (7/3/2025).
Baca Juga: Menlu China Kecam Kebijakan Tarif Trump: AS Balas Kebaikan dengan Kejahatan
Diplomat China tersebut mendesak komunitas internasional turut mengupayakan gencatan senjata jangka panjang di Gaza, termasuk memastikan arus bantuan kemanusiaan.
Wang Yi menyebut China berprinsip bahwa "pemerintah Palestina harus dari orang Palestina."
Menurutnya, konflik Timur Tengah hanya bisa diakhiri dengan terwujudnya kemerdekaan Palestina melalui solusi dua-negara.
"Seluruh faksi Palestina harus melaksanakan Deklarasi Beijing untuk mencapai persatuan dan memperkuat diri sendiri," kata Wang Yi dikutip Anadolu.
Deklarasi Beijing merupakan hasil pertemuan berbagai faksi politik Palestina di China pada Juli 2024 lalu.
Deklarasi ini memuat "persatuan nasional Palestina" yang komprehensif untuk mewujudkan kemerdekaan.
Sebelumnya, menanggapi rencana Presiden AS Donald Trump yang ingin mengusir warga Palestina, negara-negara Arab menggelar pertemuan untuk membahas rekonstruksi Gaza.
Negara-negara Arab mengusulkan rencana Gaza diperintah komite yang terdiri dari pakar independen dan pasukan penjaga perdamaian internasional untuk sementara.
Sehingga, masyarakat Gaza masih bisa menetap di kampung halaman selama proses rekonstruksi.
Baca Juga: Menhan Israel Ancam Lanjutkan Pengeboman Gaza: Kali Ini Akan Lebih Parah
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.