Fakta Pangdam Brawijaya dan Kapolda Tegur Keras Tiga Kepala Daerah Surabaya Raya
Berita daerah | 10 Juni 2020, 05:05 WIBKarena itu, lanjut Widodo, perlu adanya dukungan dari pemerintah untuk bersama-sama memerangi Covid-19.
"Kita semua ingin penyebaran Covid-19 segera tuntas dan selesai. Kita juga sepenuhnya mendukung apa yang dibutuhkan Pemda," tutur dia.
"Tapi kalau yang didukung setengah-setengah ya susah, sama saja," sambungnya.
Baca Juga: Ternyata Ada Dilema Otonomi Daerah di Balik Keputusan Khofifah Tak Perpanjang PSBB Jatim
Butuh Komitmen Pemda
Widodo menuturkan, jika kondisi pandemi Covid-19 terus berkelanjutan maka yang menjadi korban adalah masyarakat.
Kalaupun yang menjadi korban masyarakat menengah ke atas, mereka masih bisa tenang karena mempunyai tabungan.
Namun hal itu berbeda dengan masyarakat menengah ke bawah dan bekerja di sektor informal. Hidup mereka tentu akan semakin sulit karena tidak bisa bekerja dan tidak bisa mencari makan.
Menurut Widodo, pemerintah daerah (pemda) tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus bersatu dan berkomitmen.
Sementara itu, Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Mohammad Fadil Imran meminta kepada pemda untuk menghilangkan egonya masing-masing.
Pasalnya, dalam kondisi saat ini dibutuhkan kerja sama semua pihak dalam memerangi Covid-19 agar tidak menyebar semakin luas di masyarakat.
“Kita hilangkan ego, kita hilangkan kepentingan sektoral, kita ikhlas sehingga masyarkat kita bebas dari Covid-19,” kata Fadil.
Dia menyampaikan bahwa TNI dan Polri telah memberikan perhatian penuh kepada Jawa Timur untuk segera mengatasi masalah Covid-19.
Baca Juga: Pangdam Brawijaya Tegur Keras Kepala Daerah Surabaya Raya Soal Penanganan Covid-19: Jangan Drama
Penulis : fadhilah
Sumber : Kompas TV