Puan Maharani Tanggapi Aksi Mahasiswa Tolak RUU TNI, Sebut Siap Beri Penjelasan
Politik | 20 Maret 2025, 18:06 WIB
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani menanggapi demo penolakan RUU TNI yang terjadi di Gedung DPR, Kamis (20/3/2025).
“Kami mengimbau kepada adik-adik mahasiswa yang saat ini mungkin masih belum mendapat keterangan yang dibutuhkan, kami siap untuk memberikan penjelasan,” tutur Puan dalam konferensi pers di Gedung DPR, Kamis, dipantau dari YouTube KompasTV.
Ia mengatakan, kecurigaan teman-teman mahasiswa tentang RUU TNI tidak terjadi.
"Apa yang dikhawatirkan, apa yang dicurigai, bahwa ada berita-berita yang kemudian revisi Undang-Undang TNI ini tidak akan sesuai dengan yang diharapkan, insyaallah tidak," kata Puan.
Puan juga menyatakan, proses pembahasan sudah dilakukan sesuai dengan mekanisme.
"Dari penerimaan surat sampai mendengarkan partisipasi masyarakat, kemudian pihak-pihak yang harus didengar dan lain-lain sebagainya," katanya.
Baca Juga: Mahasiswa dan Aktivis Gelar Demo Penolakan RUU TNI, Begini Suara Peserta Aksi
Puan mengatakan, pembahasan RUU TNI dilakukan secara terbuka dan DPR serta pemerintah menerima masukan dari seluruh elemen masyarakat.
"Tentu saja juga masukan dari mahasiswa, perwakilan mahasiswa, juga sudah kami dengarkan," tutur Puan.
Ketika ditanyai mengenai draf yang belum diterima oleh publik, Puan menjawab akan diberikan setelah disahkan.
Selain itu, Puan juga memberikan tanggapannya terkait agenda rapat pembahasan RUU TNI yang dadakan dan tertutup.
Puan menuturkan, panja selalu memberikan penjelasan terkait apa yang dibahas dalam rapat.
"Namun (belum dipublikasikan) karena memang belum selesai pembahasannya," ujarnya.
Baca Juga: Puan Bantah RUU TNI Dibahas Tertutup: Pembahasan Sesuai Mekanisme, Tolong Jangan Berprasangka
Sementara itu, di tengah aksi protes dan penolakan terhadap pengesahan RUU TNI, DPR telah mengesahkan RUU TNI menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR hari ini, Kamis.
"Apakah Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?" tanya Ketua DPR RI Puan Maharani kepada forum, dipantau dari YouTube KompasTV.
"Setuju," jawab forum.
Puan pun mengetok palu satu kali sebagai tanda sahnya RUU TNI menjadi undang-undang.
Hadir pula dalam rapat paripurna itu Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV