> >

Nanti Malam Ada Hujan Meteor Geminid, Ini Waktu yang Tepat dan Cara Menyaksikannya

Peristiwa | 14 Desember 2021, 10:26 WIB
Ilustrasi hujan meteor Geminid. (Sumber: SHUTTERSTOCK/SKY2020)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ada yang spesial di tanggal 14-15 Desember 2021, di mana puncak hujan meteor Geminid akan berlangsung.

Melansir laman resmi Edukasi Sains Antariksa LAPAN, Selasa (14/12/2021), Geminid adalah hujan meteor yang memiliki titik radian atau titik asal kemunculan meteor di dekat bintang Alfa Geminorum (Castor) konstelasi Gemini.

Hujan meteor Geminid merupakan sisa debu dari asteroid 3.200 Phaethon (1983 TB) yang mengorbit Matahari dalam periode 523,6 hari.

Uniknya, hujan meteor ini dapat disaksikan tanpa menggunakan alat bantu apapun, alias dapat disaksikan dengan mata telanjang.

Baca Juga: Catat Waktunya, 6 Hujan Meteor dan 1 Komet Melintas selama 2 Pekan ke Depan

Kapan waktu yang tepat untuk melihat hujan meteor Geminid?

LAPAN mencatat bahwa hujan meteor Geminid dapat disaksikan nanti malam, Selasa (14/12/2021), pukul 20.30 sampai besok, 25 menit sebelum matahari terbenam dari arah Timur Laut hingga Barat Laut.

Di Indonesia, intensitas hukan meteor ini berkisar dari 86 meteor/jam di Sabang sampai 107 meteor/jam di Pulau Rote.

Intensitas hujan meteor tersebut dipengaruhi oleh titik radian yang berkuminasi pada ketinggian 46-63 derajat arah utara.

Adapun intensitas hujan meteor Geminid saat zenit adalah 120 meteor/jam.

Baca Juga: Fenomen Hujan Meteor Arid akan Terlihat di Bumi Pekan Ini

Tips menyaksikan hujan meteor Geminid

Untuk menyaksikan hujan meteor ini, LAPAN memberikan sejumlah tips agar dapat menonton dengan baik dan mendapatkan pengalami menyaksikan fenomena antariksa yang indah.

  1. Pastikan cuaca cerah dan tidak mendung.
  2. Pilihlah tempat yang lapang dan tidak terhalang apapun, seperti gedung atau pepohonan
  3. Perhatikan polusi cahaya di sekitar medan pandang. Usahakan untuk mencari lokasi yang memiliki polusi cahaya lebih sedikit.

Selamat menyaksikan!

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/Edukasi Sains Antariksa LAPAN


TERBARU