> >

Gegerkan Jepang, Apa Itu Bakteri "Pemakan Daging"? 77 Orang Meninggal Dunia

Kesehatan | 24 Juni 2024, 16:05 WIB
Ilustrasi. Apa itu bakteri pemakan daging yang menyebabkan Streptococcal toxic shock syndrome (STSS) yang sedang merebak di Jepang? (Sumber: Grid.id)

Penyakit yang mengancam jiwa seperti STSS dapat terjadi ketika bakteri masuk ke area yang biasanya tidak ditemukan bakteri, seperti darah atau otot.

Gejala Infeksi Bakteri "Pemakan Daging"

Gejala-gejala awal dari infeksi bakteri yang termasuk dalam GAS di antaranya demam, nyeri, dan radang tenggorokan.

Bakteri dapat menimbulkan kondisi yang serius jika menembus hingga aliran darah dan jaringan dalam.

Dari situlah, bakteri menyebar dan mulai memproduksi eksotoksin yang merusak sel serta jaringan tubuh.

Baca Juga: Dokter Minta Jemaah Haji Waspadai Selulitis, Infeksi Bakteri pada Kulit terutama di Kaki

Setelah timbul gejala awal, seperti demam, nyeri, tekanan darah menjadi rendah dan kondisi kian memburuk hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam.

“Sebagian besar kematian terjadi dalam 48 jam. Saat pasien merasakan kaki mereka bengkak di pagi hari, itu dapat menyebar ke lutut di siang hari dan dapat mengancam nyawa mereka dalam 48 jam,” kata Ken Kikuchi, pakar penyakit menular di Tokyo Women’s Medical University.

Infeksi GAS telah berkembang menjadi STSS jika muncul gejala serius lainnya, termasuk:

  • Denyut jantung cepat
  • Perubahan mental atau kesulitan berpikir
  • Nafas cepat
  • Tidak adanya urine
  • Pendarahan dan memar
  • Mata menjadi kuning
  • Tekanan darah rendah

 

Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU