40 Eks Sandera Israel Minta Netanyahu Hentikan Serangan ke Gaza, Serukan Kembali Bernegosiasi
Kompas dunia | 22 Maret 2025, 14:59 WIB
TEL AVIV, KOMPAS.TV - Sebanyak 40 eks sandera Israel yang telah dibebaskan dari tahanan Hamas dan 250 keluarga sandera meminta Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hentikan serangan ke Gaza.
Pada Jumat (21/3/2025), mereka telah menandatangani surat yang menuntut agar serangan ke Gaza dihentikan dan kembali ke meja negosiasi dengan Hamas.
Hal itu harus dilakukan untuk mengamankan pembebasan ke-59 sandera yang tersisa.
Baca Juga: Israel Hancurkan Satu-satunya Rumah Sakit Kanker di Gaza, Akan Dijadikan Pangkalan Militer
Mereka juga memperingatkan kegagalan melakukannya akan mengakibatkan kematian bagi sandera yang masih hidup.
“Surat ini ditulis dengan darah dan air mata, serta disusun oleh teman-teman dan keluarga kami yang orang-orang terkasihnya terbunuh dan dibantai dalam penahan, dan menyerukan: Hentikan pertempuran,” bunyi surat itu dikutip dari The Times of Israel.
“Kembalilah ke meja perundingan dan selesaikan sepenuhnya perjanjian yang akan memulangkan semua sandera, bahkan dengan mengorbankan perang. Tekanan militer membahayakan mereka, dan tak ada yang lebih mendesak daripada memulangkan semua sandera,” ujarnya.
Pada pertengahan Januari, Israel dan Hamas sepakat untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera, serta pembebasan tahanan yang berlangsung 42 hari.
Hamas sendiri telah membebaskan 30 sandera yang masih hidup, dan jasad dari 8 sandera yang terbunuh.
Sedangkan Israel telah membebaskan nyaris 2.000 tahanan Palestina yang ditahan, sebelum fase satu kesepakatan berakhir.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Times