> >

Israel Protes usai Utusan Trump Diam-Diam Berunding Langsung dengan Hamas

Kompas dunia | 7 Maret 2025, 21:37 WIB
Israel Protes usai Utusan Trump DiamDiam Berunding Langsung dengan Hamas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ketika berbicara dalam konferensi pers di Ruang Timur Gedung Putih, Selasa, 4 Februari 2025, di Washington. (Sumber: Foto AP/Evan Vucci)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Israel dilaporkan memprotes Amerika Serikat (AS) yang membuka pembicaraan langsung dengan Hamas.

Utusan Presiden AS Donald Trump dilaporkan menemui perwakilan Hamas di Doha, Qatar tanpa sepengetahuan Israel.

Media AS, Axios melaporkan, utusan khusus Trump soal sandera, Adam Boehler diam-diam menemui pejabat senior Hamas, Khalil Al-Hayya. 

Adam Boehler disebut bertemu dengan Al-Hayya di Doha pada Rabu (5/3/2025).

Pertemuan keduanya membahas kemungkinan pembebasan sandera asal AS, Edan Alexander dan pemulangan empat jenazah sandera AS di Gaza.

Beberapa jam usai pertemuan tersebut, tangan kanan PM Israel Benjamin Netanyahu sekaligus eks Dubes Israel untuk AS, Ron Dermer dilaporkan segera menelepon Boehler.

Baca Juga: Menhan Israel Ancam Lanjutkan Pengeboman Gaza: Kali Ini Akan Lebih Parah

Sejumlah sumber yang mengetahui peristiwa ini menyebut percakapan telepon antar Dermer dan Boehler berlangsung sengit.

Dermer menyatakan keberatan AS mengambil langkah tanpa persetujuan Israel.

Adam Boehler dilaporkan belum mencapai kesepakatan dengan Hamas dalam pertemuan di Doha.

Akibat protes ini, pemerintahan Donald Trump disebut mengevaluasi pendekatannya soal pembebasan sandera.

PM Israel Benjamin Netanyahu sejauh ini menghindari kritik terbuka terhadap rezim Trump mengenai Gaza. 

Sebelumnya, pada Februari lalu, utusan Trump dilaporkan mengutarakan niat untuk membuka pembicaraan dengan Hamas. Namun, Israel keberatan dengan rencana tersebut.

Seorang pejabat era Joe Biden yang terlibat dalam perundingan Gaza mengakui keluarga sandera AS sempat melobi Gedung Putih agar mengadakan perundingan secara terpisah dengan Hamas.

Tetapi, Biden keberatan dengan permintaan tersebut karena menilai pertukaran tawanan termasuk kewenangan Israel.

"Pembicaraan itu tidak membuahkan hasil karena Hamas menginginkan gencatan senjata dan tahanan, sedangkan itu ada di tangan Israel, bukan kami," kata pejabat era Biden tersebut.

Baca Juga: Israel Bakal Bangun 1.000 Permukiman Ilegal di Yerusalem Timur, Gusur Rumah Keluarga Palestina

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU