> >

Jerman Tawarkan Bantuan Militer ke Israel, Olaf Scholz: Tanggung Jawab Abadi Kami karena Holocaust

Kompas dunia | 12 Oktober 2023, 18:21 WIB
Kanselir Jerman Olaf Scholz saat rapat bersama parlemen federal Jerman, Bundestag di Gedung Reichstag, Berlin, Kamis (12/10/2023). (Sumber: Michael Kappeler/DPA via AP)

BERLIN, KOMPAS.TV - Pemerintah Jerman menawarkan bantuan militer ke Israel seiring berlangsungnya perang antara negara itu dengan kelompok Hamas sejak Sabtu (7/10/2023) lalu. Kanselir Jerman Olaf Scholz juga berjanji akan ikut memberangus Hamas.

Olaf Scholz menyebut Jerman memiliki tanggung jawab sejarah terkait keamanan Israel. Scholz menyebut tanggung jawab ini berasal dari peristiwa Holocaust yang dilakukan Nazi Jerman pada tahun 1940-an silam.

Baca Juga: Hamas Sempat Ancam Bakal Bunuh Sandera, Ternyata Bebaskan Perempuan Israel dan Dua Anak-anak

Saat pertemuan dengan parlemen federal Jerman, Bundestag di Reichstag, Berlin, Kamis (12/10/2023), Scholz mengaku telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memberi tahu pemerintah Jerman kebutuhannya.

"Saat ini, hanya ada satu tempat bagi Jerman, tempat di sisi Israel," kata Scholz kepada parlemen Jerman sebagaimana dikutip Associated Press.

"Sejarah kita sendiri, tanggung jawab kita yang muncul dari Holocaust, menjadikan ini tugas abadi bagi kita membela keamanan negara Israel," lanjutnya.

Kementerian Pertahanan Jerman sendiri telah menyetujui permintaan Israel untuk menggunakan dua dari lima unit drone tempur Heron TP milik Jerman yang kini berada di Israel. 

Selain itu, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengaku bahwa Israel telah meminta amunisi kapal perang. Permintaan tersebut sedang didiskusikan oleh pemerintah Jerman.

Scholz menyebut telah ada puluhan ribu warga Jerman yang berdemonstrasi mendukung Israel. Namun, terdapat pula demonstrasi yang merayakan serangan Hamas.

Scholz menyebut pemerintah Jerman akan menerbitkan larangan resmi terkait aktivitas mendukung Hamas. "Nol toleransi untuk antisemitisme," kata Scholz.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Associated Press


TERBARU